| Lembaga Penyimpan | : Museum Sribaduga |
| Kode Inventaris | : 07.19 |
| Aksara & Bahasa | : Pegon | Sunda |
| Alas Tulis | : Kertas Eropa |
| Deskripsi Fisik | Keadaan naskah cukup baik, utuh, masih lengkap, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 17,3 x 21,9 dengan ukuran ruang tulisan 15,1 x 20,5 cm, jumlah baris per halaman 12 baris dengan jarak antarbaris 1 cm. Naskah ini teksnya berbentuk puisi tembang, ditulis pada 154 halaman menggunakan tinta berwarna hitam, terdapat penomoran pada pias atas tengah. Naskah ini berasal dari Sumedang. |
| Deskripsi Isi | Naskah ini menceritakan seorang anak raja Yogyapala bernama Raden Supena. Kekhawatiran timbul pada diri pamannya, Arya patih bahwa kelak Kerajaan Yogyapala akan jatuh kepada Raden Supena maka Arya Patih membuat siasat untuk membunuh Supena dengan cara ditenggelamkan ke dasar samudra. Arya Patih setelah membuang Supena ke laut kembali ke kerajaan untuk mengabarkan kepada ibunya, Ratnaningsih, bahwa Supena telah meninggal diterkam harimau. Supena selamat, tidak meninggal karena berkat pertolongan Allah lewat sanggapan tangan Eyang Gurit Sagara, Supena tumbuh menjadi dewasa dan telah menjadi raja di Kerajaan Gersik, dipertemukan lagi dengan ibunya, Ratnaningsih, kemudian mengajak pergi ke istana di Kerajaan Gersik untuk hidup bersama dengan permaisurinya di kerajaan yang serba ada. |
| Referensi Katalog |
FORMAT APSA (DEFAULT):
Tim Penyusun. 2008. Katalog Naskah Kuno Museum Negeri Sri Baduga. Bandung: Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga Dinas Kebudayan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat.
|
Versi digital belum tersedia