<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"description\" id="1013">
  <metadata>
    <idno>DS 0029 00156;Ms. HS. no. 154</idno>
    <msContents>
      <textLang>
        <lang>Sunda</lang>
        <script>Pegon</script>
      </textLang>
      <contentDescription>
        <summary>Bagian awal mengisahkan raja di negara Mekah bernama Sri Maha Bagenda Hamzah, adik dari Umar Maya. Umar Maya (Tasik Madu) adalah orang yang pandai dan sangat cerdik. Raja Hamzah bercerita kepada Umar Maya, bahwa ia bermimpi pedangnya yang hilang beberapa tahun lalu ditemukan lagi, tepatnya di negeri Nusantara dan dimiliki oleh Prabu Rara. Pedang itu dibuat oleh Amir Hamzah ketika sedang sengsara dan menjadi pandai besi di Tunjung Karobal. Ia lalu mengutus Umar Maya untuk memeriksa kebenaran pedang itu. Pedang berhasil diambil oleh Umar Maya dengan menyamar menjadi Prabu Dewi. Setelah diketahui bahwa pedangnya hilang, Prabu Rara dan Prabu Dewi mengejar Umar Maya kemudian terjadi pertarungan. Terjadi beberapa kali perebutan pedang dengan cara saling mengubah wujud untuk mengelabui lawan. Hingga Amir Hamzah mengutus pasukan dari negeri Mekah untuk memperebutkan pedang itu.</summary>
      </contentDescription>
    </msContents>
  </metadata>
</hsp>