<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"description\" id="1062">
  <metadata>
    <idno>DS 0029 00205;KN. No. 423</idno>
    <msContents>
      <textLang>
        <lang>Sunda</lang>
        <script>Pegon</script>
      </textLang>
      <contentDescription>
        <summary>Teks berisi uraian tentang ajaran tasawuf yang intinya membicarakan masalah keberadaan dzat dan sifat yang disajikand alam bentuk suluk (simbol). Judul teks Wawacan Kawung juga merupakan perlambang, bahwa tumbuhan kawung (aren) menghasilkan Gula. Gula yang dijadikan simbol kehadiran munculnya dua orang tooh yang bernama Ki Gendis dan Ki Legit. Melalui dua tokoh itu berlangsung dialog yang membicarakan persoalan kehidupan secara simbolik dengan latar belajang alam dan tumbuh-tumbuhan, hingga akhirnya sampai kepada apa yang dinamakan syariat, hakikat, tariat, dan makrifat.  </summary>
      </contentDescription>
    </msContents>
  </metadata>
</hsp>