<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"description\" id="1315">
  <metadata>
    <idno>DS 0029 00461;HS 11</idno>
    <msContents>
      <textLang>
        <lang>Sunda</lang>
        <script>Pegon</script>
      </textLang>
      <contentDescription>
        <summary>Naskah ini berisi teks yang menceritakan seorang putera raja dari Negeri Madengda yang ditakdirkan berwujud seperti biawak sehingga diberi nama Jaka Bayawak. Dia meninggalkan istana dan dipelihara seorang perempuan miskin di wilayah Majapait karena tersangkut dalam jaring perempuan itu. Setelah remaja, Jaka Bayawak ikut berlayar bersama seorang nakhoda dan sempat berguru di Pulau Penang. Setelah itu, ia kembali kepada ibu angkatnya dengan ajimat berupa labu ajaib. Berkat kesaktiannya, Jaka Bayawak berubah menjadi satria tampan dan menikah dengan salah seorang puteri Majapahit. Akhirnya, Jaka Bayawak diangkat sebagai raja Majapahit dengan gelar Raden Amarjaya.</summary>
      </contentDescription>
    </msContents>
  </metadata>
</hsp>