<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"description\" id="1566">
  <metadata>
    <idno>Peti 119 Plt. 23</idno>
    <msContents>
      <textLang>
        <lang>Sunda</lang>
        <script>Latin</script>
      </textLang>
      <contentDescription>
        <summary>Bentuk karangan: Puisi (tembang).

Cerita anak harimau dan anak sapi yang disuruh mandi di pancuran oleh ayahnya yang bernama Samancahaya. Sesudah mandi di pancuran anak sapi dan harimau yang bersahabat karib itu menjadi manusia yang ganteng. Anak harimau diberi nama Amongsari, anak sapi dinamai Lembusari, dan tempat tinggalnya bernama Jambansari. Keduanya berkelana. Amongsari dibekali panah sakti, sedang Lembusari diwarisi nasihat keselamatan dan kebaikan. Akhirnya semuanya menjadi raja. Amongsari menjadi raja pengganti Raja Bulsak, karena adiknya tak kerasan maka mengembara lagi dan menjadi raja di Bantalas. Adiknya menjadi raja di Salsalah. Kedua raja itu bertemu dengan perasaan bahagia. ;</summary>
      </contentDescription>
    </msContents>
  </metadata>
</hsp>