<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"kodicology\" id="1391">
  <metadata>
    <settlement>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</settlement>
    <idno>L 624</idno>
    <title>Sang Hyang Siksa Kandang Karesian</title>
    <objectDesc>
      <supportDesc>
        <material>Lontar</material>
        <dimensionsDesc>Naskah ditulis pada daun lontar berukuran 36,2 x 3,2cm. Jumlah lempirnya 20 (rekto-verso, 40 halaman) tersusun atas 4 baris tulisan pada tiap halamannya. Pada bagian kiri bambu pengapit terdapat angka 624 yang menandakan nomor kode naskah dan pada bagian kanannya ditempel label bertuliskan 20=314x32 mm yang menandakan jumlah lempir dan ukuran.
Lempiran-lempiran tersebut disatukan dengan benang kasur warna putih&amp;nbsp;yang dimasukkan pada lubang kecil di bagian tengah naskah. Pengapit terbuat&amp;nbsp;dari dua bilah bambu dengan corak tutul. Secara keseluruhan, keadaan fisiknya&amp;nbsp;mulus dan tulisannya masih dapat terbaca dengan cukup jelas.
Bagian sudut kiri naskah ini sedikit patah. Patahan tersebut berukuran&amp;nbsp;dan berbentuk sama dan terdapat pada setiap lempiran dan pengapitnya.&amp;nbsp;Tidak ditemukan keterangan yang menjelaskan mengapa patahan tersebut&amp;nbsp;dapat terjadi. Pada beberapa lempiran terdapat bagian yang berlubang akibat&amp;nbsp;serangga. Pada setiap sudut kiri atas halaman verso terdapat angka yang ditulis&amp;nbsp;dengan huruf Latin mulai dari angka 11 sampai 30. Dari keberadaan angka ini,&amp;nbsp;dapat diperkirakan, setidaknya pada mulanya diakuisisi oleh BGKW naskah&amp;nbsp;ini berjumlah 30 lempir atau mungkin lebih.
Bagian lain dari naskah ini&amp;nbsp; juga ditemukan pada peti nomor 85 Kropak 1+ yang diberi judul Angsa &amp;amp; Kura-kura. Pada&amp;nbsp;kropak ini terdapat 5 lempir naskah lontar yang menggunakan&amp;nbsp;bahasa Sunda kuna dan aksara Sunda kuna dengan 4 baris aksara pada tiap&amp;nbsp;lempirnya. Keadaannya telah hancur, patah dan keropos tanpa pengapit&amp;nbsp;bambu. Ukurannya 36,3 x 3 cm (lempir terpanjang)</dimensionsDesc>
      </supportDesc>
    </objectDesc>
    <historyDesc>
      <provenance>Berasal dari koleksi pemberian Bupati Bandung Wiranatakusumah IV (1846-1847) kepada BGKW kira-kira paruh kedua abad-19.</provenance>
    </historyDesc>
  </metadata>
</hsp>