<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">1000</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">DS 0029 00143;HS 300</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a"> Wawacan Umar Basah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Ukuran alas tulis 20,8  cm x 16,5 cm.</subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a"> Teks ini mengisahkan tokoh Umar Basah yang berhasil menyembuhkan seorang putri raja Buldani di negeri Holidan bernama Raden Ayu Murtiningrat, bahkan sebagai tanda terima kasih raja tersebut menikahkan putrinya kepada Umar Basah walaupun sebenarnya kurang berkenan karena Umar Basah adalah seorang miskin, sehingga tidak lama kemudian raja mencoba untuk memisahkannya kembali. Usaha itu tidak berhasil, bahan akhirnya Umar Basah dan Istrinya meninggal dunia sehingga kekuasaan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Banjarpati, yang sebelumnya harus mengalami berbagai penderitaan akibat pengkhianatan Patih Pancasona. Teks tidak lengkap dan tidak tamat.  </subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>