<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">1005</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">DS 0029 00148;KBN. No 439</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Jaka Paringga </subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Ukuran alas tulis 21 cm x  16  cm.</subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a"> teks mengisahkan tokoh Raja Nusa Jawa yang berkedudukan di kaki gunung Ciremai, bernama Jaka Paringga yang mempunyai seorang putri cantik parasnya, hingga menjadi bahan rebutan kaum bangsawan (raja-raja) lainnya. Semua lamaran tidak ada yang pernah diterima. Kemudian dikisahkan Raden Elang yang memiliki kesaktian berhasil memikat hati sang putri. Namun orang tua putri itu tetap tidak merestui, sehingga dengan segala tipu daya Jaka Paringga hendak membinasakan Raden Elang yang senantiasa berhasil lolos dari segala lubang maut itu. Akhirnya karena keunggulan yang dimiliki Raden Elang, Jaka Paringga tundu serta bersedia merestui pernikahan putrinya dengan Raden Elang. teks berbentuk puisi pupuh.  </subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>