<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">1062</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">DS 0029 00205;KN. No. 423</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Kawung</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Ukuran alas tulis 16,8 cm x 10,7 cm.</subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Teks berisi uraian tentang ajaran tasawuf yang intinya membicarakan masalah keberadaan dzat dan sifat yang disajikand alam bentuk suluk (simbol). Judul teks Wawacan Kawung juga merupakan perlambang, bahwa tumbuhan kawung (aren) menghasilkan Gula. Gula yang dijadikan simbol kehadiran munculnya dua orang tooh yang bernama Ki Gendis dan Ki Legit. Melalui dua tokoh itu berlangsung dialog yang membicarakan persoalan kehidupan secara simbolik dengan latar belajang alam dan tumbuh-tumbuhan, hingga akhirnya sampai kepada apa yang dinamakan syariat, hakikat, tariat, dan makrifat.  </subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>