<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">1498</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">SD 202</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Adat Ngurus Orok</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Ukuran naskah: 34.4 x 22 cm.
Tebal naskah: 46 halaman.</subfield>
    <subfield code="b"></subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Bentuk karangan: Puisi (tembang).

Dengan pendahuluan yang cukup panjang cerita dimulai dengan kisah Nabi Adam dan Babu Hawa beserta 40 anaknya (20 laki-laki, 20 perempuan). Dipertengkarkan antara Adam dan Hawa, apakah pasangan itu harus terdiri atas yang cantik dengan yang tampan dan yang buruk rupa dengan yang buruk rupa atau yang cantik dengan yang buruk rupa? Dengan undian, Adam menang. Dari situ diceritakanlah bagaimana Hawa mengurus bayi.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>