<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">1705</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Jawa</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Br. 545</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Babad Cirebon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Ukuran naskah: 17 x 19,5 cm.
Tebal naskah: 314 halaman, rata-rata 13 baris.</subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon, Arab</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Bentuk karangan: Puisi (tembang).

Menceritakan Sejarah Para Wali di Jawa, dimulai dengan kepergian Raden Walangsungsang dan adiknya, Rara Santang, meninggalkan istana hendak berguru kepada Ki Nurjati di Gunung Jati Cirebon; dan kemudian ia bersama adiknya pergi naik haji ke Mekah. Adiknya kemudian kawin dengan raja Mesir dan melahirkan dua orang putra. Seorang di antaranya, yakni yang tua ialah yang kemudian bergelar Syarif Hidayatullah Sunan Jati Purba atau Sunan Gunung Jati dan menjadi pemimpin para wali di Pulau Jawn.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>