<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">237</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">DS 0029 00004; KBN. No. 69</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Sumpena Kanagan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sampul tebal berwarna kecoklatan. Ukuran sampul 22 x 17.5 cm; ukuran alas tulis 21.3 x 16.5 cm; kondisi naskah baik. Warna tinta hitam, penanda bait pupuh menggunakan tinta merah. Pada beberapa sudut halaman warna coklat tua bekas pemakaian. 
</subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Naskah ini berisi cerita tentang perjalanan hidup kakak-beradik, yaitu Sumpena dan Kanagan. Ketika masih kecil, &amp;nbsp;ayah mereka meninggal dunia sehingga tahta kerajaan dititipkan kepada Dursal, putra selir yang sudah dewasa. Namun, akibat hasutan sang patih yang jahat, Dursal tidak menyerahkan tahta itu. Setelah berkelana hingga beberapa lama, akhirnya Sumpena dan Kanagan dapat bertemu kembali dengan ibu mereka dan berhasil menduduki kembali tahta kerajaan warisan ayah mereka.&amp;nbsp;</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>