<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">238</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">DS 0029 00006; MS. HS. 86</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Jaka Bayawak</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Kondisi naskah baik. Ukuran alas tulis 14.3 x 9.5 cm; ukuran bidang tulisan 12.3 x 7 cm. Halaman kosong 38 hlm. </subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Naskah ini berisi dua teks. Teks pertama yaitu kisah Wawacan Jaka Bayawak, yang menceritakan seorang putera raja dari Negeri Madengda yang ditakdirkan berwujud seperti biawak sehingga diberi nama Jaka Bayawak. Dia meninggalkan istana dan dipelihara seorang perempuan miskin di wilayah Majapait karena tersangkut dalam jaring perempuan itu. Setelah remaja, Jaka Bayawak ikut berlayar bersama seorang nakhoda dan sempat berguru di Pulau Penang. Setelah itu, ia kembali kepada ibu angkatnya dengan ajimat berupa labu ajaib. Berkat kesaktiannya, Jaka Bayawak berubah menjadi satria tampan dan menikah dengan salah seorang puteri Majapahit. Akhirnya, Jaka Bayawak diangkat sebagai raja Majapahit dengan gelar Raden Amarjaya.
Teks kedua berisi mantra dan doa.&amp;nbsp;</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>