<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">939</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">DS 0029 00082;KN. No. 420</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Lokayanti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Ukuran alas tulis 20,8 cm x 16,3 cm.</subfield>
    <subfield code="b">Kertas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a"> Teks ini mengisahkan seorang putra Amir Hamzah (raja di negeri Arab) yang bernama Raden Bagus, dari istrinya yang bernama Siti Munigar. Raden Bagus atau Raden Suwangsa, Repatmana sebagai nama lainnya yang disebut-sebut dalam teks ini oleh ayahnya, yaitu Amir Hamzah, dibuang karena atas hasutan atau fitnah dari Raja Nursewa dari negeri Madayin, bahwa Raden Bagus telah mengguna-gunai putri Hadaningrat putra Raja Lokayanti dari negeri Dulang Mas. Namun akhirnya dikisahkan bahwa setelah menjalani cobaan dan tantangan dalam masa kehidupannya, Raden Bagus akhirnya berhasil mencapai kesejahteraan.  </subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</subfield>
  </datafield>
</record>