<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<mods xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-7.xsd">
  <titleInfo>
    <title>Wawacan Jaka Paringga </title>
  </titleInfo>
  <identifier type="local">DS 0029 00148;KBN. No 439</identifier>
  <location>
    <physicalLocation>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</physicalLocation>
  </location>
  <physicalDescription>
    <form authority="gmd">manuscript</form>
    <note type="physical">Ukuran alas tulis 21 cm x  16  cm.</note>
    <note type="material">Kertas</note>
  </physicalDescription>
  <language>
    <languageTerm type="text">Sunda</languageTerm>
  </language>
  <note type="content"> teks mengisahkan tokoh Raja Nusa Jawa yang berkedudukan di kaki gunung Ciremai, bernama Jaka Paringga yang mempunyai seorang putri cantik parasnya, hingga menjadi bahan rebutan kaum bangsawan (raja-raja) lainnya. Semua lamaran tidak ada yang pernah diterima. Kemudian dikisahkan Raden Elang yang memiliki kesaktian berhasil memikat hati sang putri. Namun orang tua putri itu tetap tidak merestui, sehingga dengan segala tipu daya Jaka Paringga hendak membinasakan Raden Elang yang senantiasa berhasil lolos dari segala lubang maut itu. Akhirnya karena keunggulan yang dimiliki Raden Elang, Jaka Paringga tundu serta bersedia merestui pernikahan putrinya dengan Raden Elang. teks berbentuk puisi pupuh.  </note>
  <note type="ownership">Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</note>
</mods>