<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<mods xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-7.xsd">
  <titleInfo>
    <title>Wawacan Ranggawulung</title>
  </titleInfo>
  <identifier type="local">DS 0029 00160;KN. 380</identifier>
  <location>
    <physicalLocation>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</physicalLocation>
  </location>
  <physicalDescription>
    <form authority="gmd">manuscript</form>
    <note type="physical">Ukuran alas tulis 33,2 cm x  21 cm.</note>
    <note type="material">Kertas</note>
  </physicalDescription>
  <language>
    <languageTerm type="text">Sunda</languageTerm>
  </language>
  <note type="content">Teks berisi fragmen kisah Ranggawulung, yaitu kelanjutan dari wawacan Suryaningrat. Beberapa tokoh yang disebut antara lain Parebu Erum Nalendra, Raja Buldansah. Teks dimulai dari halaman 1 tetapi tidak lengkap dan tidak tamat, sehingga kemungkinan merupakan bagian dari jilid lain. </note>
  <note type="ownership">Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</note>
</mods>