<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<mods xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-7.xsd">
  <titleInfo>
    <title>Sanghyang Raga Dewata</title>
  </titleInfo>
  <identifier type="local">07.106</identifier>
  <location>
    <physicalLocation>Museum Sri Baduga Jawa Barat</physicalLocation>
  </location>
  <physicalDescription>
    <form authority="gmd">manuscript</form>
    <note type="physical">Keadaan naskah cukup baik, utuh, masih lengkap, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 23,7 x 3,5 cm dengan ukuran ruang tulisan 22 x 2,8 cm, jumlah baris per halaman 4 baris dengan jarak antarbaris 0,6 cm. Naskah ini teksnya berbentuk prosa, ditulis dengan tinta hitam. Naskah ini ditemukan di daerah Sukaraja Tasikmalaya.</note>
    <note type="material">Gebang</note>
  </physicalDescription>
  <language>
    <languageTerm type="text">Sunda Kuna</languageTerm>
  </language>
  <note type="content">Naskah ini berisi tentang mitos penciptaan alam semesta beserta isinya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Penciptaan ini diawali dengan dibganunnya siang dari kegelapan oleh kekuatan Sang Bayu, selanjutnya diciptakanlah bumi, bulan, matahari, dan bintang-bintang di bawah naungan angkasa.&amp;nbsp;
Selanjutnya, naskah ini menceritakan manusia yang berasal dari bumi dijadikan sebutir telur dari sekepal tanah dan menjelma menjadi Sanghyang Tunggal, kemudian menjadi Batara Guru yang ditempatkan di Gunung Kahyangan. Di dalam naskah ini manunsia dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya, manusia dalam seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan siksa (ajaran) Sanghyang Darma, itulah manusia ideal yang kelak dapat mencapai surga abadi.</note>
  <note type="ownership"></note>
</mods>