<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<mods xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-7.xsd">
  <titleInfo>
    <title>Wawacan Sumpena</title>
  </titleInfo>
  <identifier type="local">DS 0029 00020;KBN. No. 221</identifier>
  <location>
    <physicalLocation>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</physicalLocation>
  </location>
  <physicalDescription>
    <form authority="gmd">manuscript</form>
    <note type="physical">Ukuran alas tulis 21.3 cm x 17 cm.</note>
    <note type="material">Kertas</note>
  </physicalDescription>
  <language>
    <languageTerm type="text">Sunda</languageTerm>
  </language>
  <note type="content">Naskah ini berisi cerita tentang perjalanan hidup kakak-beradik, yaitu Sumpena dan Kanagan. Ketika masih kecil,  ayah mereka meninggal dunia sehingga tahta kerajaan dititipkan kepada Dursal, putra selir yang sudah dewasa. Namun, akibat hasutan sang patih yang jahat, Dursal tidak menyerahkan tahta itu. Setelah berkelana hingga beberapa lama, akhirnya Sumpena dan Kanagan dapat bertemu kembali dengan ibu mereka dan berhasil menduduki kembali tahta kerajaan warisan ayah mereka. </note>
  <note type="ownership">Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</note>
</mods>