<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<mods xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-7.xsd">
  <titleInfo>
    <title>Wawacan Sumpena</title>
  </titleInfo>
  <identifier type="local">DS 0029 00064; KN 325; KBN 325</identifier>
  <location>
    <physicalLocation>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</physicalLocation>
  </location>
  <physicalDescription>
    <form authority="gmd">manuscript</form>
    <note type="physical">Ukuran alas tulis 21.1 cm x 16.4 cm.</note>
    <note type="material">Kertas</note>
  </physicalDescription>
  <language>
    <languageTerm type="text">Sunda</languageTerm>
  </language>
  <note type="content">Teks mengisahkan keadaan di sebuah negeri yang bernama Gresikmalaya yang diperintah oleh Prebu Mangkurat. Sang Prebu mempunyai seorang puteri bernama Nyi Sekar Arum. Karena parasnya yang cantik, puteri itu sangat terkenal, dan suatu waktu ia hendak direbut oleh Raja Kawistana. Namun usaha itu dapat digagalkan oleh Raden Sumpena. Akhirnya, Raden Sumpena dinobatkan sebagai Prabu Anom di Gresikmalaya. Selanjutnya seorang pahlawan yang selalu berhasil menggagalkan setiap gangguan dari rintangan.
Pupuh: teks terdiri atas 51 pupuh yang diawali dengan Pupuh Asmarandana. Teks ini secara keseluruhannya bisa dikatakan lengkap, seperti tampak dalam kutipan berikut ini: basmallah. kasmaran. kasmaran pujaning galih, landong sae kana manah, aoseun samemeh ebog, mepende anjeun heulaan, ... (h. awal); dan teks akhir: ..., lajeng digentos ku raka, raja kanagan raspati, nyeples pisan prebu darmakusumah.
Tidak diperoleh keterangan nama penyalin secara jelas, namun di dalamnya ada catatan nama pemilik, yaitu&amp;nbsp;Rasramad, urang Girang. Paling tidak nama ini dapat diduga sebagai pemesan (pemrakarsa) penyalinan teks.&amp;nbsp; Naskah ini disalin pada tahun 1372 H/1953 M di Cidamar, Cianjur.</note>
  <note type="ownership">Naskah berasal dari Bapak Sahri dari Desa Cipancar, Kec. Cidamar, Kab. Cianjur; Diakuisisi oleh EFEO; kemudian diakuisisi Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia, hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.</note>
</mods>