<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<mods xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-7.xsd">
  <titleInfo>
    <title>Wawacan Lokayanti</title>
  </titleInfo>
  <identifier type="local">DS 0029 00082;KN. No. 420</identifier>
  <location>
    <physicalLocation>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</physicalLocation>
  </location>
  <physicalDescription>
    <form authority="gmd">manuscript</form>
    <note type="physical">Ukuran alas tulis 20,8 cm x 16,3 cm.</note>
    <note type="material">Kertas</note>
  </physicalDescription>
  <language>
    <languageTerm type="text">Sunda</languageTerm>
  </language>
  <note type="content"> Teks ini mengisahkan seorang putra Amir Hamzah (raja di negeri Arab) yang bernama Raden Bagus, dari istrinya yang bernama Siti Munigar. Raden Bagus atau Raden Suwangsa, Repatmana sebagai nama lainnya yang disebut-sebut dalam teks ini oleh ayahnya, yaitu Amir Hamzah, dibuang karena atas hasutan atau fitnah dari Raja Nursewa dari negeri Madayin, bahwa Raden Bagus telah mengguna-gunai putri Hadaningrat putra Raja Lokayanti dari negeri Dulang Mas. Namun akhirnya dikisahkan bahwa setelah menjalani cobaan dan tantangan dalam masa kehidupannya, Raden Bagus akhirnya berhasil mencapai kesejahteraan.  </note>
  <note type="ownership">Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</note>
</mods>