001A $aKANDAGA 003@ $01675 021A $aWawacan Lukmanulhakim 032A $aSD 176 037I $aLanguage: Sunda $bScript: Pegon 041A $aPerpustakaan Nasional Republik Indonesia 044G $aMaterial: Kertas $bPhysical description: Ukuran naskah: 33,3 x 21 cm. Tebal naskah: 305 halaman, 21 baris. 045Q $aSummary: Bentuk karangan: Puisi (tembang). Raja Sariyas ingin seperti Nabi Sulaeman bisa menundukkan dan mengerti bahasa binatang. Nabi Khidir memberi kulit kayu untuk dijadikan roti. Malang, bukan Sariyas yang makan roti itu, tetapi Lukmanhakim yang memakannya, dan Sariyas makan roti biasa. Begitulah Lukmanhakim menjadi sakti seperti Nabi Sulaeman, sedangkan sang raja tidak.