<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip:  Wawacan Umar Basah</title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</repository>
            <idno>DS 0029 00143;HS 300</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary> Teks ini mengisahkan tokoh Umar Basah yang berhasil menyembuhkan seorang putri raja Buldani di negeri Holidan bernama Raden Ayu Murtiningrat, bahkan sebagai tanda terima kasih raja tersebut menikahkan putrinya kepada Umar Basah walaupun sebenarnya kurang berkenan karena Umar Basah adalah seorang miskin, sehingga tidak lama kemudian raja mencoba untuk memisahkannya kembali. Usaha itu tidak berhasil, bahan akhirnya Umar Basah dan Istrinya meninggal dunia sehingga kekuasaan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Banjarpati, yang sebelumnya harus mengalami berbagai penderitaan akibat pengkhianatan Patih Pancasona. Teks tidak lengkap dan tidak tamat.  </summary>
            <textLang mainLang="...">Languages: Sunda | Scripts: Pegon</textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>Kertas. Ukuran alas tulis 20,8  cm x 16,5 cm.</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p>Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>