<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip:  [Tasawuf]</title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</repository>
            <idno>DS 0029 00172;KBN. No. 442</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary>Teks berisi penjelasan tentang iman menguasai amarah yang digambarkan dengan warna merah, bercahaya api, cahaya nyawa rohani menjadi pikukuh salat fardu lima waktu dan sebagainya. Penjelasan bahwa takbiratul ihram dan salat fardu mengandung sifat-sifat yang terkandung dalam jasmani manusia, antara lain: bumi, api, angin, dan air serta nafsu luamah, amarah, sawiah, dan mutmainah. Penjelasan sifat dan bagian-bagian tubuh manusia yang digambarkan terkandung di dalam 30 huruf abjad Arab. Penjelasan kalimat syahadat dan kitab penangkis “baniah kalimah thayibah”, serta uraian dalam bentuk suluk (sindir siloka) atau kiasan tentang proses terjadinya jasmani manusia, mulai sejak masih berwujud sperma, kemudian menjadi gumpalan darah/daging, sehingga lahir di dunia. Teks tidak lengkap dan tidak tamat. </summary>
            <textLang mainLang="...">Languages: Sunda, Jawa, Arab | Scripts: Pegon, Arab</textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>Kertas Eropa. Ukuran alas tulis 11 cm x  8 cm.</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p>Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>