<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip:  [Kumpulan Doa]</title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</repository>
            <idno>DS 0029 00193; KBN. No. 504 b</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary> teks berisi kidung yang berkhasiat untuk menjaga dari serangan guna-guna, gangguan setan dan siluman, untuk keselamatan dan ketenteraman disi sendiri, berkat kidung para Nabi. Di dalamnya terdapat juga jampi sikending miring, kulhu sungsang, sia hérang lénggang, dan isim-isim parucatan berjalan malam, memasuki hutan werit, tolak wabah. Selain itu ada jampi kinasihan, budak beureum, Umarmaya, dan patarekatan mengenai isi dada manusia, ada hati tempat iman, ada jantung tempat budi, dalam budi ada ingatan, dalam jantung ada ma’rifat, dan seterusnya. Di  bagian akhir terdapat daftar kata-kata penting, tersirat dalam kotak bilangan setiap aksara. </summary>
            <textLang mainLang="...">Languages: Sunda, Jawa, Arab | Scripts: Pegon, Arab</textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>Kertas. Ukuran alas tulis 16 cm x 9,6 cm.</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p>Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>