<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip: Wawacan Raden Ningrum Kusumah (II)</title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</repository>
            <idno>DS 0029 00388;HS 220 b</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary> Teks mengisahkan persitiwa di negeri Banurungsit dan negeri di sekitarnya. Raden Suryaningrat yang mewarisi takhta kekuasaan dari ayahnya yang bernama Surya Kusumah ternyata harus mengalami penderitaan karena kekuasaannya direbut oleh Raden Sombali. Namun selama dalam pengembaraannya, Raden Suryaningrat berhasil memperoleh kekuasaan di neger Erum dan akhirnya, ia bersama istrinya (Ningrum Kusumah) berkuasa kembali di negeri Banuringsit. Teks bernbentuk puisi pupuh. </summary>
            <textLang mainLang="...">Languages: Sunda | Scripts: Pegon</textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>Kertas. Ukuran alas tulis 21 cm x  17 cm, ukuran bidang tulisan 14,8 x 24,5, perkiraan waktu penulisan/penyalinan 1925-1926.</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p>Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>