<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip: Wawacan Sumpena Kanagan</title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</repository>
            <idno>DS 0029 00004; KBN. No. 69</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary>Naskah ini berisi cerita tentang perjalanan hidup kakak-beradik, yaitu Sumpena dan Kanagan. Ketika masih kecil, &amp;nbsp;ayah mereka meninggal dunia sehingga tahta kerajaan dititipkan kepada Dursal, putra selir yang sudah dewasa. Namun, akibat hasutan sang patih yang jahat, Dursal tidak menyerahkan tahta itu. Setelah berkelana hingga beberapa lama, akhirnya Sumpena dan Kanagan dapat bertemu kembali dengan ibu mereka dan berhasil menduduki kembali tahta kerajaan warisan ayah mereka.&amp;nbsp;</summary>
            <textLang mainLang="...">Languages: Sunda | Scripts: Pegon</textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>Kertas. Sampul tebal berwarna kecoklatan. Ukuran sampul 22 x 17.5 cm; ukuran alas tulis 21.3 x 16.5 cm; kondisi naskah baik. Warna tinta hitam, penanda bait pupuh menggunakan tinta merah. Pada beberapa sudut halaman warna coklat tua bekas pemakaian. 
</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p>Koleksi diakuisisi dari Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia. Naskah berasal dari Ciwidey. </p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>