<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip: [Wawacan Prabu Sayid Suryamana] </title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia</repository>
            <idno>DS 0029 00095;KN. No. 487</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary> Teks berisi petualangan, perlawanan dan penaklukan yang dilakukan oleh Prabu Sayid Suryamana dalam menyiarkan Islam. Ia dikisahkan sebagai salah satu keturunan Nabi Muhammad, dan merupakan pewaris tahta kerajaan Haderus Sahat. Ia hendak dibunuh oleh saudara tirinya, Raden Sodaris dan Wiradis. Dalam pelariannya ia melakukan keajaiban-keajaiban seperti menghidupkan kucing dan anjing yang telah mati atas izin Allah. Ia juga menang melawan berbagai raksasa, jin dan pasukan karena kesaktiannya. Perjalanannya sampai hingga ke jazirah Arab, ia pergi berhaji dan menegakkan agama Islam di sana. Perjalannya bahkan sampai ke Mesir, hingga ikut mengatur pemerintahan di Istanbul. Setelah berziarah ke makam para nabi di Arab, lalu kembali ke negara Bakat Anta di mana ia menjadi raja yang adil dan dicintai rakyatnya.  </summary>
            <textLang mainLang="...">Languages: Sunda | Scripts: Pegon</textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>Kertas. Ukuran alas tulis 21,5  cm x  16,8 cm.</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p>Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d&#039;Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024.</p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>