| Tempat Penyimpan | Perpustakaan Nasional Republik Indonesia |
| Kode Inventaris | DS 0029 00366;HS 174 |
| Riwayat Naskah | Riwayat akuisisi: Naskah ini semula dikumpulkan oleh Viviane Sukanda Tessier di Bandung melalui lembaga École française d'Extrême-Orient (EFEO), kemudian dikelola oleh Yayasan Pelestari Naskah (YAPENA). Koleksi naskah selanjutnya dikelola oleh Yayasan Ngariksa Budaya Indonesia (Ngariksa Foundation), hingga akhirnya diakuisisi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2024. |
| Aksara | Pegon |
| Bahasa | Sunda |
| Alas Tulis | Kertas |
| Deskripsi Fisik | Ukuran alas tulis 21 cm x 16,5 cm, ukuran bidang tulisan 17,5 x 14 cm, perkiraan waktu penulisan/penyalinan 1928 M. |
| Deskripsi Isi | Naskah ini berisi teks yang menceritakan seorang putera raja dari Negeri Madengda yang ditakdirkan berwujud seperti biawak sehingga diberi nama Jaka Bayawak. Dia meninggalkan istana dan dipelihara seorang perempuan miskin di wilayah Majapait karena tersangkut dalam jaring perempuan itu. Setelah remaja, Jaka Bayawak ikut berlayar bersama seorang nakhoda dan sempat berguru di Pulau Penang. Setelah itu, ia kembali kepada ibu angkatnya dengan ajimat berupa labu ajaib. Berkat kesaktiannya, Jaka Bayawak berubah menjadi satria tampan dan menikah dengan salah seorang puteri Majapahit. Akhirnya, Jaka Bayawak diangkat sebagai raja Majapahit dengan gelar Raden Amarjaya. |
| Referensi Katalog |
Data katalog belum tersedia.
|
| Referensi Primer |
Data referensi primer belum tersedia.
|
| Referensi Sekunder |
Data referensi sekunder belum tersedia.
|
|
Ekspor Obyek
|
|