Buku ini membicarakan naskah-naskah Sunda Kuna dan Sunda Modern. Penyebutan nama kedua bahasa yang berbeda tersebut karena telah dilakukan demikian dalam semua publikasi katalog. Berdasarkan pengamatan penyusun, naskah Sunda yang terkumpul dalam berbagai perpustakaan di dunia tidak sampai 1.500 buah, namun banyak naskah lain yang masih dimiliki oleh masyarakat Jawa Barat.
Koleksi yang terpenting tersimpan di Universitas Leiden (sekitar 630 naskah) dan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta (sekitar 470 naskah). Upaya yang dilakukan pada waktu itu untuk menginventarisasi semua naskah yang ada, baik dalam perpustakaan umum, maupun dalam tangan masyarakat, sangat tergantung pada kegiatan seorang pakar, yakni Prof. Dr. Edi S. Ekadjati dari Unpad Bandung.
Koleksi naskah Sunda di dunia yang terdata dalam buku ini antara lain yang berada di Amerika Serikat, Australia, Belanda, Indonesia, Inggris, Jerman, Polandia, dan Prancis. Rincian dari masing-masing koleksi tersebut adalah sebagai berikut:
Amerika Serikat
CHICAGO (Illinois)
Center for Research Libraries
Menurut Sukanda-Tessier & Ambary 1990, lembaga ini menyimpan salinan mikrofilm dari naskah-naskah Islam milik perorangan di Jawa Barat yang berhasil diinventarisasi oleh tim dari EFEO dan Puslit Arkenas pada tahun 1970-an dan 1980-an; Mikrofilm tersebut sebenarnya tidak diketahui keberadaannya lagi.
Australia
CANBERRA
Australian National Library
Miller 1982a & 1982b menyebut sebuah koleksi naskah; koleksi tersebut terdaftar dalam Collection 1966; isinya 130 transkripsi dari naskah milik Bataviaasch Genootschap (kini Perpustakaan Nasional RI) yang dibuat pada tahun 1924-1926 atas permintaan R.A. Kern. Setelah Kern meninggal, koleksi ini dilabeli oleh Perpustakaan Nasional Australia dari toko buku M. Nijhoff di Den Haag pada tahun 1959. Meskipun berisi naskah salinan, koleksi ini berharga karena beberapa di antara naskah aslinya telah hilang dari perpustakaan induknya (lihat Poerbatjaraka dkk., 1950)
Belanda
LEIDEN
Koninglijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Pearson (1971) menyebut 16 naskah. Lijst (1983) mendaftarkan 18 naskah.
Universiteitsbibliotheek
Juynboll (1899:319-341) memerikan 24 naskah dengan 21 judul; pemerian baru atas 127 naskah lainnya terkandung dalam Juynboll (1912b:3-71). Ekadjati (1982) memerikan dan menganalisis 4 naskah babad. Kern (1983) memerikan (sebagian dicatat) 151 naskah yang berasal dari koleksi Snouck Hurgronje yang dikumpulkan sejak tahun 1889; naskah-naskah tersebut diperoleh oleh lembaga ini pada tahun 1936. Ekadjati (ed. 1988) mencatat 630 naskah.
Indonesia
JAKARTA
Arsip Nasional RI
Menurut Sukanda-Tessier & Ambary (1990), lembaga ini menyimpan mikrofilm dari naskah-naskah Islam milik perorangan di Jawa Barat yang berhasil diinventarisasi oleh tim dari EFEO dan Puslit Arkenas pada 1970-an dan 1980-an; tentang proyek ini, lihat entri JAWA BARAT – UMUM.
Ecole franҫaise d’Extrême-Orient
Menurut pengamatan tim penyusun pada bulan Mei 1999, lembaga ini menyimpan sekitar 188 fotokopi naskah, yang sebagain besar diperoleh dari hasil proyek kerja sama EFEO dengan Puslit Arkenas pada tahun 1970-an dan 1980-an; tentang proyek tersebut, lihat entri JAWA BARAT – UMUM.
Perpustakaan Nasional RI
Van den Berg (1875) mencatat 7 naskah Sunda, Madura dll. Holle (1876) mencatat beberapa naskah yang diserahkan kepada Bataviaasch Genootschap oleh Raden Saleh. Brandes (1901-1926) mencatat 29 naskah. Aanwinsten (1923b) mencatat 7 naskah. 186 naskah Sunda pernah didaftarkan dan (sebagian) diringkaskan oleh R. Memed Sastrahadiprawira (1928a/b); salinan ketikan dokumen ini tersimpan di bagian Naskah Timur Perpustakaan Universitas Leiden. Poerbatjaraka dkk. (1950) mendaftarkan 212 naskah. Ekadjati (1982) memerikan dan menganalisis 21 naskah babad. Sampai tahun tersebut, naskah-naskah PNRI hanya diinventarisasi secara dangkal dan tidak lengkap.
Katalog (1984b) mencatat beberapa naskah dari lemari Brandes. Pada tahun 1980-an, Edi Ekadjati memimpin satu proyek katalog naskah-naskah Sunda di Eropa dan di Indonesia, termasuk yang milik perorangan; hasil proyek tersebut terbit sebagai Ekadjati (ed. 1988) yang mencatat 404 naskah yang kebanyakan berbahasa Sunda, termasuk 7 naskah berbahasa Sunda Kuna, serta mendaftarkan (h. 155-156) 89 naskah lontar.
Ekadjati (1996) mengandung banyak foto naskah. Dalam keadaan sekarang, naskah berbahasa Sunda dalam koleksi PNRI berjumlah 473 dan terpencar dalam berbagai sub-koleksi. Naskah koleksi ini didaftarkan dalam Behrend (ed. 1998). Sekitar 130 naskah pernah ditranskripsi atas permintaan R.A. Kern; transkripsi tersebut kini tersimpan di perpustakaan ANU, Australia. Sekitar 169 mikrofilm naskah didaftarkan dalam Daftar Microfilm (tth.).
Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Menurut pengamatan penyusun pada Februari 1999, lembaga ini menyimpan 6 naskah dan 7 fotokopi.
JAWA BARAT
Umum
Naskah-naskah Kuno (1981-1982) menyebut 27 naskah milik masyarakat Kecamatan Banjaran Bandung yang kebanyakan dalam bahasa Sunda, selain bahasa Jawa Cirebon dan Arab; 6 naskah Sunda diperikan dalam katalog ini. Ekadjati (1982) memerikan dan menganalisis 5 naskah babad milik perorangan. Ekadjati dkk. (1983) mencatat 30 naskah milik perorangan di Kotamadya dan Kabupaten Bandung. Abdurrachman dkk. (1986) mencatat dan membahas 30 naskah milik perorangan di Kabupaten Sumedang.
Ekadjati (ed. 1988) melaporkan hasil program inventarisasi naskah-naskah Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Lembaga Kebudayaan Universitas Padjadjaran pada tahun 1981-1983. Buku ini mengandung uraian tentang “Keadaan naskah Sunda dewasa ini” serta “Perkembangan penelitian naskah-naskah Sunda”, yang disusul oleh pemerian singkat dari naskah-naskah Jawa Barat di dalam dan di luar negeri menurut tempat penyimpanannya. Naskah-naskah yang dicatat kebanyakan berbahasa Sunda, namun terdapat juga sejumlah besar naskah berbahasa lain (Jawa, Melayu, Arab, dan Belanda). Selain mencatat naskah-naskah Sunda yang terdapat di berbagai perpustakaan umum di beberapa kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, dll.) dan di Eropa, buku ini mencatat 169 naskah Sunda koleksi perorangan dari 17 kabupaten dan kotamadya di Jawa Barat. Program inventarisasi ini juga diuraikan secara singkat oleh Sodrie (1989). Dasuki dkk. (1994) berisi hasil survei naskah-naskah Islam di provinsi ini.
Pada tahun 1989-1990 Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran melaksanakan sebuah proyek pembuatan mikrofilm naskah-naskah milik lima lembaga di Jawa Barat, di bawah pimpinan Edi S. Ekadjati juga; proyek ini berhasil membuat mikrofilm dari 1.800 naskah dalam 50 rol, yang terdaftar dalam Ekadjati (1998); Ekadjati & Darsa (1999) merupakan katalog dari 1.040 naskah, yaitu 30 di antara 50 rol film tersebut.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, EFEO dan Puslit Arkenas menyelenggarakan sebuah proyek inventarisasi naskah-naskah Islam milik perorangan di daerah Jawa Barat. Proyek ini berhasil menginventarisasi 955 naskah yang tersebar pada 52 koleksi; sebagian besar naskah-naskah tersebut berbahasa Sunda – yang sering kali mengandung juga bahasa Jawa – , kemudian Jawa, di samping beberapa lainnya dalam bahasa Melayu dan Arab. Sebagian naskah-naskah tersebut telah dibuatkan mikrofilmnya; mikrofilm tersebut tersimpan di Arsip Nasional RI, Jakarta, sedangkan kopinya tersimpan di EFEO Paris dan di Southeast Asian Project Microfirms, Chicago, As. Ke-955 naskah ini – yang sebagian fotokopinya (188 buah) tersimpan di EFEO Jakarta diperikan oleh Sukanda-Tessier & Ambary 1990.
Ecole franҫaise d’Extrême-Orient, Bandung
Naskah-naskah di lembaga ini yang diperikan oleh Sukanda-Tessier & Ambary (1990) serta Ekadjati & Darsa (1999) kini diperkirakan tersimpan di Yayasan Pemeliharaan Naskah, Bandung.
Fakultas Sastra UI, Depok
Behrend & Pudjiastuti (eds. 1997) mencatat 4 naskah. Katalog ini juga mendaftarkan judul naskah-naskah yang telah hilan dari koleksi FSUI.
Keraton Kacirebonan, Cirebon
Ekadjati & Darsa (1999) memerikan 26 naskah.
Keraton Kaprabonan, Cirebon
Pudjiastuti dkk. (1994) mencatat 1 naskah.
Keraton Kasepuhan, Cirebon
Pudjiastuti dkk. (1994) mencatat 2 naskah. Koleksi keraton ini diperikan dalam Ekadjati & Darsa (1999) 17 buah.
Museum Cigugur, Kuningan
Ekadjati (ed. 1988:157-161) mencatat 18 naskah. Koleksi museum ini diperikan dalam Ekadjati (ed. 1999).
Museum Negeri Propinsi Jawa Barat “Sri Baduga”, Bandung
Berdasarkan informasi dari pihak museum, hingga Februari 1999 lembaga in imenyimpan 114 naskah Sunda, Jawa, dan Arab. Ekadjati (ed. 1988:166-181) mendaftarkan 49 naskah. Indonesia Indah (1997) memuat foto 5 buah naskah dari museum ini. Ekadjati & Darsa (1999) memerikan 50 naskah.
Museum Geusan Ulun, Sumedang
Behrend (1988:35-36) dan Ekadjati (ed. 1988) mencatat 7 naskah; Ekadjati & Darsa (1999) memerikan 42 naskah.
Museum Situs Purbakala Banten, Serang
Koleksi museum ini diperikan dalam Ekadjati (ed. 1999).
Yayasan Pemeliharaan Naskah (YAPENA), Bandung
Yayasan ini mempunyai naskah dalam jumlah banyak. Ekadjati (1996) mengandung foto 9 naskah; Ekadjati & Darsa 1999 memerikan 690 naskah koleksi EFEO Bandung yang kini diperkirakan tersimpan di yayasan ini; sejumlah naskah diperikan juga oleh Sukanda-Tessier & Ambary (1990).
Inggris
LONDON
British Library
Pearson (1945 & 1971) menyebut 1 naskah (di bawah entri British Museum). Classed Inventory (tanpa tahun) mencatat 2 naskah.
British Museum
Lihat British Library.
Royal Asiatic Society
Ricklefs & Voorhoeve (1977:185) memerikan 1 naskah, yaitu sebuah kamus Sunda-Jawa-Inggris yang dicatat oleh Ekadjati (ed. 1988:426).
School of Oriental and African Studies
Ricklefs & Voorhoeve (1977:185) memerikan 1 naskah, yaitu sebuah kamus Sunda-Jawa-Inggris yang dicatat oleh Ekadjati (ed. 1988:426).
OXFORD
Bodleian Library
Noorduyn (1985) mencatat 1 naskah lontar berbahasa Sunda Kuna yang dihadiahkan oleh Andrew James pada tahun 1627; naskah tersebut diperikan dalam Riclefs & Voorhoeve (1977:181) dan Ekadjati (ed. 1988:425). Gallop & Arps (1991:74) mengandung pemerian terperinci dan foto dari 1 naskah.
Jerman
BERLIN
Staatsbibliothek Preussischer Kulturbesitz
Pigeaud (1975:132-133) memerikan 3 naskah; 1 naskah di antaranya disebut dalam Handschriften (1976).
HEIDELBERG
Unversitätsbibliothek
Pigeaud (1975:260) memerikan 1 naskah.
Polandia
WARSAWA
Muzeum Azji i Pacyfiku
Museum ini dikabarkan mempunyai beberapa naskah Sunda.
Prancis
Paris
Ecole franҫaise d’Extrême-Orient
Menurut Sukanda-Tessier & Ambary (1990), lembaga ini menyimpan salinan mikrofilm dari naskah-naskah Islam milik perorangan di Jawa Barat yang berhasil diinventarisasi oleh tim dari EFEO dan Puslit Arkenas pada tahun 1970-an dan 1980-an; tentang proyek tersebut, lihat entri INDONESIA – JAWA BARAT – UMUM.